MAKALAH
FUNGSI MANAJEMEN, UNSUR – UNSUR MANAJEMEN, dan TINGKAT
MANAJEMEN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
Disusun Oleh :
Kelompok 2
Aryanti Nurlianni
Kokom Komariah
Lia Maribaya
Putri Haerunnisa
Shely Noerlita
Windi Widiasari
Tingkat : IIIB
PRODI DIII-KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN KOTA SUKABUMI
Jl.
Karamat No. 36
Telp. (0266) 210215 Fax. (0266) 223709 Kota Sukabumi
E-mail : stikesmi_edu@yahoo.co.id
1. 1. Latar
Belakang
Bidan
sebagai seorang pemberi layanan kesehatan (health provider) harus dapat
melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam
hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu mengelola atau memanage
segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang di harapkan.
Dalam mempelajari manajemen kebidanan di perlukan pemahaman mengenai dasar –
dasar manajemen sehingga konsep dasar manajemen merupakan bagian penting sebelum
kita mempelajari lebih lanjut tentang manajemen kebidanan.
Akar atau
dasar manajemen kebidanan, adalah ilmu manajemen secara umum. Dengan
mempelajari teori manajemen, maka diharapkan bidan dapat menjadi manajer ketika
mendapat kedudukan sebagai seorang pimpinan, dan sebaliknya dapat melakukan
pekerjaan yang baik pula ketika bawahan dalam suatu system organisasi
kebidanan. Demikian pula dalam hal memberikan pelayanan kesehatan pada
kliennya, seorang bidan haruslah menjadi manager yang baik dalam rangka pemecahan
,masalah dari klien tersebut. Untuk itu kita perlu mengenal terlebih dahulu
pemahaman mengenai ilmu manajemen secara umum, teori – teori manajemen, fungsi
– fungsi manajemen, dan bahkan manajemen skill.
Manajemen
kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis sistematis. Oleh karena itu
manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan
arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.
Manajemen
kebidanan mempunyai peran penting dalam menunjang kerja seorang bidan agar
bidan dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada kliennya. Oleh karena itu,
kami menyusun makalah ini dengan judul “MANAJEMEN KEBIDANAN “ selain sebagai
tugas kelompok juga dapat dijadikan referensi bagi pembaca.
1. 2.
Rumusan Masalah
- Bagaimana
cara melakukan manajemen kebidanan?
- Bagaimana
konsep manajemen kebidanan yang berkualitas?
1. 3. Tujuan
- Untuk
mengetahui bagaimana cara melakukan manajemen kebidanan
- Untuk
mengetahui konsep manajemen kebidanan yang berkualitas
1. 4.
Manfaat
1.
Untuk Institusi
Dapat
dijadikan sebagai acuan dalam memberikan wawasan/pengetahuan kepada mahasiswa,
apakah mahasiswa sudah memahami manajemen kebidanan.
2.
Untuk Mahasiswa
Dapat
dijadikan sebagai referensi dalam menggali/mencari informasi untuk memperluas
wawasan/pengetahuan tentang manajemen kebidanan.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Manajemen Secara Umum
Manajemen adalah seni dalam
melaksanakan suatu kegiatan melalui orang – orang (Mary Parker Follet)1.
Manajemen sering pula diartikan sebagai pengaturan atau pengelolaan sumber daya
yang ada sehingga hasilnya maksimal. Itulah sebabnya manajemen juga di
terjemahkan sebagai “tata laksana”.
Manajemen adalah suaytu proses atau
karangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang –
orang kearah tujuan – tujuan organisasional atau maksud – maksud yang nyata
(George R. Terry dan Leslie W. Rue)2.
Menurut grant dan masey3,
1999 yang di kutip oleh nursalam, manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis
dan aktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana di dalam
manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan superpisi terhadap staf
sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
Menurut Rosmery E. Cross (2001)4,
“ management is a highly process and manager is some one who gets done trought
of others”. Manajemen adalah sebuah proses sangat kompleks dan manajer adalah
seorang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan melalui orang lain.
Manajemen adalah suatu kegiatan,
pelaksanaannya adalah “ managing” yaitu pengelolaan, sedangkan pelaksanannya
disebut managar atau pengelola. Seorang manager adalah orang yang melaksanaakan
fungsii manajemen dan bekerja dengan dan melalui orang lain. Dia bertanggung
jawab atas pekerjaannya sendiri dan orang lain, menyeimbangkkan tujuan yang
saling bertentangan dan menentukan prioritas, mampu berfikir secara analisis
dan konseptual, menjadi penengah, oleh politisi dan diplomat dan mampu
mengambil keputusan yang sulit. Inti dari menejemen adalah kepemimpinan.
Seorang maneger yang baik adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang manager
yang baik adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan.
2.2. Fungsi-fungsi
manajemen
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu
kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian /
Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah
suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain
yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta
menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing /
Leading / Actuating
Fungsi pengarahan adalah suatu
fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja
secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan
lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu
aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian
dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Fungsi-fungsi tersebut harus ada
agar mendapatkan hasil manajemen yang maksimal untuk perusahaan atau
organisasi.
Menurut Ibnu Syamsi fungsi1 manajemen
terdiri dari :
- Fungsi perencanaan
- Fungsi mengatur pelaksanaan
1) Pengorganisasian (organizing )
2) Penyiapan tenaga ( staffing)
3) Pengarahan (directing)
4) Pengkordinasian (coordinating)
5) Permintaan laporan ( reporting ) - Fungsi pengendalian
(controlling )
- Fungsi pengembangan
(development )
Manajemen adalah suatu bentuk
kerja. Manajer dalam pekerjaannya harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu
yang dinamakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu sebagai berikut :
1. Planning ( Perencanaan )
Yaitu
menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan dating
dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
2. Organizing
Yaitu mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
Yaitu mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3. Staffing
Yaitu menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan pengembangan tenaga kerja.
Yaitu menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan pengembangan tenaga kerja.
4. Controlling (pengawasan )
Yaitu
mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan
dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
2.3. Unsur-unsur Manajemen
Unsur – unsur dari manajemen yaitu Untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools).
Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools
tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan
markets.
1·
Man (SDM)
Dalam manajemen, faktor manusia
adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula
yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses
kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
2·
Money (uang)
Uang merupakan salah satu unsur
yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai.
Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam
perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk
mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal
ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai
gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa
hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
3·
Materials (bahan)
Materi terdiri dari bahan setengah
jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang
lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat
menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan
manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang
dikehendaki.
4·
Machines (mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin
sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan
keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
5·
Methods (metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode
kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan.
Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu
tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran,
fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan
usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya
tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan
memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya
sendiri.
6·
Market (pasar)
Memasarkan produk sudah barang
tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses
produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung.
Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi
merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka
kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli
(kemampuan) konsumen.
2.4.Tingkat Manajemen
Tingkatan manajemen dalam
organisasi akan membagi tingkatan menajer menjadi 3 tingkatan :
1. Menajer lini garis pertama ( fersline )
adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin
dan mengawasi tenaga – tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi menajer
lain.
2. Manajer menengah ( middele manajer )
adalah menejemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu
organisasi. Para menajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan – kegiatan
para manajer lainnya kadang – kadang juga karyawan operasional.
3. Manajer puncak ( Top Manajer ) terdiri
dari kelompok yang relatif kecil manajer puncak bertanggung jawab atas
menejemen keseluruhan dari organisasi.
Karena setiap manajemen memiliki
fungsi dan titik berat masing-masing, ada kemungkinan terjadinya konflik.
Misalnya, Manajer Menengah mungkin sekali mendesain suatu sistem atau prosedur
baru yang berhasil baik bagi hampir semua karyawan. Contoh lain, para eksekutif
mungkin memiliki rencana pemasaran jangka panjang yang menyebabkan para Manajer
Menengah harus mengubah sistem operasi. Hal ini dapat menimbulkan pekerjaan dan
perhatian ekstra dari para Manajer Menengah. Adakalanya para Manajer Menengah
atau supervisor merasa bahwa keputusan yang diambil para eksekutif tidak masuk
akal. Dengan kata lain, perubahan yang terjadi dalam perusahaan akan
mempengaruhi semua tingkat manajemen. Kemungkinan dapat terjadi konflik
diantara tingkat manajemen. Namun, komunikasi yang terpelihara dengan baik
diantara semua tingkat manajemen dalam suatu perusahaan akan dapat mencegah
atau menanggulangi konflik yang terjadi.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pada dasarnya untuk melakukan
manajemen kebidanan memang harus melewati beberapa tahap. Seperti dikemukakan
Hellen Varney ada 7 langkah sedangkan dari depkes menyatakan 5 langkah. Pada
prinsipnya masing-masing pendapat sama, hanya berbeda dalam cara
pendokumentasiannya. Namun dalam penerapannya nanti tidaklah harus kaku
menggunakan 5 langkah atau 7 langkah yang perlu diingat bahwa dalam manajemen
kebidanan tersebut dilakukan secara sistematis dengan metode pendekatan
tertentu dalam membantu pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak.
Secara
umum konsep manajemen kebidanan berkualitas meliputi :
1. Manajemen dilakukan melalui pendekatan dengan
mengidentifikasi kebutuhan konsumen.
2. Meliputi seluruh kegiatan.
3. Meliputi seluruh aspek pelayanan dan
dedikasi aktif seluruh staf untuk mengidentifikasi seluruh konsumen.
4. Memberikan pelayanan secara
berkesinambungan.
5. Memonitor kepuasan konsumen.
6. Memahami kebutuhan dan memantau
perubahan yang terjadi melalui pemantauan ulang.
7. Meningkatkan sumber daya untuk
mengembangkan kualitas tindakan dab pelayanan khusus secara tetap melalui
prosedur dan system informasi yang fleksibel.
3.2. Saran
Dalam penyusunan makalah ini, masih
terdapat banyak kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu, kami senantiasa menerima
saran dan kritik yang sifatnya membangun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar