MAKALAH
MANAJEMEN KEUANGAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
Disusun Oleh :
Kelompok 4
Ajeng Balqis
Fitri Herlyana
Inne Futri
Nofia Srihutani
Viola Febrina
Tingkat : III-B
PRODI
DIII-KEBIDANAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI
Jl.
Karamat No. 36
Telp. (0266) 210215 Fax. (0266) 223709 Kota Sukabumi
E-mail : stikesmi_edu@yahoo.co.id
BAB
II
TINJAUAN
TEORI
2.1
Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi
keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan
bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Untuk memperoleh
dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan.
Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang
atau modal sendiri.
Pengertian
Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang
hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan
aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktivitaa.Beberapa
definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:
1. Liefman : usaha untuk menyediakan uang
dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktivitas.
2. Suad Husnan : manajemen terhadap
fungsi-fungsi keuangan.
3. Grestenberg : bagaimana bisnis diatur
untuk memperoleh dana, bagaimana mereka mendapatkan dana, bagaimana
menggunakannya dan bagaimana bisnis tersebut didistribusikan.
4. James Van Horne : segala aktivitas yang
berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktivitas dengan tujuan
menyeluruh.
5. Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas
perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan
dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta
usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Pengertian manajemen keuangan secara
umum :
Manajemen keuangan
adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan,
pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau
perusahaan.
2.2
Aktivitas Manajemen Keuangan
1. Allocation of funds (aktivitas
penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai
aktivitas. Alokasi dana berbentuk:
a. Financial assets (aktivitas finansial)
yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak
memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
b. Real assets (aktivitas riil) yaitu aktivitas
nyata: tanah, bangunan, peralatan.
2. Raising of funds (aktivitas perolehan
dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana baik dari sumber internal
perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen.
Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan.
2.3 Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan Manajemen
Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Manajemen keuangan yang
efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi
penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:
a. Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang
saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
b. Secara konseptual jelas sebagai pedoman
dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
c. Manajemen harus mempertimbangkan
kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
d. Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham
lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian
akuntansi.
e. Tidak mengabaikan social objectives dan
kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan
produk.
Nilai perusahaan yang
belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut
dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan
juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan
sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
a. Perusahaan belum/tidak go-publik: harga
seandainya perusahaan dijual
b. Perusahaan go-publik: harga saham yang
dijual belikan di pasar modal.
Dari indikasi tersebut
dapat ditarik pengertian:
a. Memaksimalisasi nilai perusahaan tidak
sama dengan memaksimalisasi laba:Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan
cara mengeluarkan saham dengan hasil penjualan saham diinvestasikan pada
deposito atau obligasi pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar
tetapi keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham
yang beredar bertambah, sehingga kondisi perusahaan tidak baik.
b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak
sama dengan memaksimalkan laba perlembar saham (earning per share = EPS)
alasannya:Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya
keuntungan yang diharapkan.Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian
dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko
yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan
penurunan harga saham.
2.4 Fungsi Manajemen Keuangan
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi
Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan
pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan
dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk
memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana
yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta
menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas
keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan
perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
8. Pelaporan keuangan
Penyediaan informasi tentang kondisi
keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
2.5 Kegiatan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan
dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok
manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan
kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas
manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.Kegiatan
penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek
yaitu:
1. Yaitu dalam
perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan
para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2. Manajer keuangan
harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan,
serta segala hal yang berkaitan dengannya.
3. Manajer keuangan
harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat
beroperasi seefisien mungkin
4. Menyangkut
penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan
perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat
berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Dari ke empat aspek
tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan
keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas
manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh
terhadap nilai perusahaan.
2.6 Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen
Keuangan
a. Investment Decision : Keputusan terhadap
aktiva apa yang akan dikelola perusahaan.
b. b. Financing Decision : Keputusan
berkaitan dengan penetapan sumber dana yang diperlukan dan penetapan
perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal yang optimal).
c. c. Assets Management Decision :
Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan aktiva (kata bijak: lebih mudah
membangun daripada mengelola).
2.7
Tanggung Jawab Staf Keuangan
Tugas
staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehingga
dapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham &
Houston: 2006, 18) yaitu:
1.
Peramalan dan perencanaan
Mengkoordinasi
proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
2.
Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan
Membantu
menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik
yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
3.
Koordinasi dan kontrol
Berinteraksi
dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah
beroperasi seefisien mungkin.
4.
Berinteraksi dengan pasar keuangan
Berinteraksi
untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
5.
Manajemen risiko
Bertanggung
jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk
mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.
2.8
Prinsip Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan bukan hanya berkutat pada seputar pencatatan akutansi. Dia merupakan
bagian penting dari manajemen program
dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan orang keuangan.
Ada
7 Prinsip dari manajemen yang harus diperhatikan.
1. Konsistensi (consistency)
Sistem
dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini
tidak berarti bahwa sistem keuangan
tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan
yang tidak konsisten tehadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa
manipulasi di pengelolaan keuangan.
2. Akuntabilitas (accountability)
Akuntabilitas
adalah kewajiban ,moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok atau
organisasi. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumber
dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggumg jawaban kepada
pemangku kepentingan dan penerima manfaat.
3. Transparansi (transparancy)
Organisasi
harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya,menyediakan informasi berkaitan
dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk
didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu
serta dapat dengan mudah dpat diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima
manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada
sesuatu hal yang disembunyikan.
4. Kelangsungan hidup (integrity)
Agar
keuangan terjaga pengeluaran organisasi ditingkat stratejik maupun operational
harus sejalan /disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup atau (viability)merupakan
suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi.
5. Integritas (integrty)
Dalam
melaksanankan kegiatan operationalnya ,
individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. selain itu,
laporan dan catatan keuangan harus tetap dijaga integritasnya melalui
kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
6. Pengelolaan (stewardship)
Organisasi
harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7. Standar akutansi (accounting standarts)
Sistem
akuatansi dan keuangan yang diguanakn organisasi harus sesuai dengan prinsip
dan standart akutansi yang berlaku umum
I. Analisis
Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis
sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer
keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan
asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana
dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi
dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah
pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang
disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan
perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber
atau penggunaan dana.
Pada umumnya
rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
1. Rasio Likuiditas
Rasio
ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial
jangka pendeknya.
2.
Rasio Leverage
Rasio
ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik
perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur
perusahaan.
3.
Rasio Aktivitas
Rasio
ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber
dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan
dan investasi pada berbagai jenis harta.
4.
Rasio Profitabilitas
Rasio
ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang
dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5.
Rasio Pertumbuhan
Rasio
ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi
ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6.
Rasio Penilaian
Rasio
ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio
tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil
pengembalian.
BAB
III
PEMBAHASAN
Mengelola
uang dalam jasa pelayanan kesehatan adalah pekerjaan yang rumit dan penuh
tanggung jawab, yang sebagian besar dikerjakan oleh akuntan atau petugas
keuangan. Manajer pekerja kesehatan di unit kecil misalnya pusat kesehatan
biasanya memiliki tanggung jawab yang
tidak besar dalam mengeluarkan uang.
Namun,
kadang-kadang seorang pekerja kesehatan dapat diminta untuk mencatat pemakaian
uang (yakni membuat pembukuan).System keuangan sederhana dalam pelayanan
kesehatan adalah :
1.Modal
Modal
adalah sejumlah dana atau uang yang disediakan untuk keperluan suatu usaha.
Menanamkan modal dalam suatu usaha dapat dilaksanakan dalam bentuk
barang(gedung, tanah, mesin, barang dagangan dsb), yang biasanya disebut
sebagai kekayaan atau harta perusahaan. Dalam perkataan lain harta atau
kekayaan suatu usaha berasal dari modal. Sebagai titik awal begitu siap
menjalankan operasional pelayanan bidan, maka diperlukan modal operasi (dana
operasional). Dana ini diperlukan untuk modal kerja .Modal kerja adalah modal
yang harus selalu disediakan untuk menjaga kelangsungan usaha (misalnya tempat
tidur, peralatan medis dsb yang bersifat tidak habis dipakai atau tahan lama).
2.Pemasukan
Pemasukan
atau Penambahan Dana Mula-mula dana berasal dari setoran dana sendiri- bila ada
beberapa orang (untuk uasaha patungan). Jika perlu memperbesar volume usaha,
sumber dana bisa diperoleh dari lembaga keuangan (bank, koperasi dll) melalui
pemberian kredit (profesi), dalam bentuk pinjaman (utang), menyediakan pinjaman
(kolateral ) serta persyaratan administrative dan manajemen yang diajukan
lembaga tersebut. Cara lain mendapatkan tambahan dana untuk mendukung
operasional adalah utang dagang, yaitu membayar mundur kepada pemasok bahan
pendukung/ penolong atau menarik uang muka dari pasien (iuran dsb).
3.Pengeluaran
Pengeluaran
atau Pengurangan Dana Dana berkurang lewat pengeluaran yaitu apabila suatu usaha usaha menghasilkan laba
harus disisihkan dana untuk dinikmati pemilik modal, membayar bunga pinjaman
beserta pokok pinjamannya (kalau dana dipinjam dari bank atau lembaga penyedia
dana lainnya seperti koperasi) atau pengeluaran tak terduga. Pemanfaatan dana
harus dikelola secra efisien.
4.Akunting
(pencatatan keuangan)
Akunting
adalah seni mencatat, mengelompokkan dan mengikhtisarkan peristiwa- peristiwa
yang bersifat financial dan menginterpretasikan hasilnya. Pencatatan keuangan
(akunting) yang manghasilkan laporan keuangan merupakan langkah penting sebagai
alat monitoring dan pengendali lalu lintas dana agar usaha bisa berjalan lancar
secara berkesinambungan.
Melalui analisa terhadap laporan keuangan
terhadap kondisi kesehatan usaha dapat didiagnosa secara tajam. Pencatatan
diperlukan pada saat memerlukan informasi mengenai berapa kekayaan usaha dan
berapa laba atau kerugian yang dialami. Informasi di atas diperlukan untuk
mengetahui besar modal yang ditaruh dalam usaha, mengetahui perkembangan
(maju-mundurnya) usaha, berapa besar sebenarnya penghasilan yang diperoleh dan
seberapa besar pengeluaran yang dilakukan, serta dasar untuk mengajukan
permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Untuk memperoleh
informasi di atas harus diselenggarakan pencatatan yang teratur mengenai
transaksi- transaksi yang terjadi selama usaha berlangsung.
5.
Laporan
keuangan
Bentuk
laporan keuangan yang sering digunakan berupa neraca dan laporan tentang
perhitungan untung dan rugi, yang dapat menarik banyak kesimpulan apa yang
terjadi dan hal- hal yang sudah baik atau belum efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar