Senin, 30 September 2013

MAKALAH
MANAJEMEN KEUANGAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan



Disusun Oleh : Kelompok 4

Ajeng Balqis
Fitri Herlyana
Inne Futri
Nofia Srihutani
Viola Febrina

Tingkat : III-B



PRODI DIII-KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI
Jl. Karamat No. 36 Telp. (0266) 210215 Fax. (0266) 223709 Kota Sukabumi


BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.
Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktivitaa.Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:
1.      Liefman : usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktivitas.
2.      Suad Husnan : manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
3.      Grestenberg : bagaimana bisnis diatur untuk memperoleh dana, bagaimana mereka mendapatkan dana, bagaimana menggunakannya dan bagaimana bisnis tersebut didistribusikan.
4.      James Van Horne : segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktivitas dengan tujuan menyeluruh.
5.      Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Pengertian manajemen keuangan secara umum :
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

2.2 Aktivitas Manajemen Keuangan
1.    Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktivitas. Alokasi dana berbentuk:
a.       Financial assets (aktivitas finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
b.      Real assets (aktivitas riil) yaitu aktivitas nyata: tanah, bangunan, peralatan.
2.    Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana baik dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan.
2.3     Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:
a.       Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
b.      Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
c.       Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
d.      Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
e.       Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.
Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
a.       Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
b.      Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.
Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:
a.       Memaksimalisasi nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasil penjualan saham diinvestasikan pada deposito atau obligasi pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapi keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehingga kondisi perusahaan tidak baik.
b.      Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba perlembar saham (earning per share = EPS) alasannya:Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.
2.4  Fungsi Manajemen Keuangan
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
1.      Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2.      Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3.      Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4.      Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.      Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6.      Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7.      Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
8.      Pelaporan keuangan
Penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
2.5  Kegiatan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek yaitu:
1. Yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
4. Menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
2.6  Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan
a.       Investment Decision : Keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola perusahaan.
b.      b. Financing Decision : Keputusan berkaitan dengan penetapan sumber dana yang diperlukan dan penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal yang optimal).
c.       c. Assets Management Decision : Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan aktiva (kata bijak: lebih mudah membangun daripada mengelola).


2.7 Tanggung Jawab Staf Keuangan
Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:
1. Peramalan dan perencanaan
Mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
2. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan
Membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
3. Koordinasi dan kontrol
Berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
4. Berinteraksi dengan pasar keuangan
Berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
5. Manajemen risiko
Bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.
2.8 Prinsip Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan bukan hanya berkutat pada seputar pencatatan akutansi. Dia merupakan bagian penting dari manajemen program  dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang  menjadi bagian dari pekerjaan orang keuangan.
Ada 7 Prinsip dari manajemen yang harus diperhatikan.
1.    Konsistensi (consistency)
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti  bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten tehadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa manipulasi di pengelolaan keuangan.
2.    Akuntabilitas (accountability)
Akuntabilitas adalah kewajiban ,moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumber dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggumg jawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat.
3.    Transparansi (transparancy)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya,menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu serta dapat dengan mudah dpat diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
4.    Kelangsungan hidup (integrity)
Agar keuangan terjaga pengeluaran organisasi ditingkat stratejik maupun operational harus sejalan /disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup atau (viability)merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi.
5.    Integritas (integrty)
Dalam melaksanankan kegiatan operationalnya ,  individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. selain itu, laporan dan catatan keuangan harus tetap dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
6.    Pengelolaan (stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh  dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

7.    Standar akutansi (accounting standarts)
Sistem akuatansi dan keuangan yang diguanakn organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standart akutansi yang berlaku umum
I. Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
1.    Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
2. Rasio Leverage
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
3. Rasio Aktivitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.


4. Rasio Profitabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5. Rasio Pertumbuhan
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio Penilaian
Rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.




BAB III
PEMBAHASAN

Mengelola uang dalam jasa pelayanan kesehatan adalah pekerjaan yang rumit dan penuh tanggung jawab, yang sebagian besar dikerjakan oleh akuntan atau petugas keuangan. Manajer pekerja kesehatan di unit kecil misalnya pusat kesehatan biasanya memiliki tanggung  jawab yang tidak besar dalam mengeluarkan uang.
Namun, kadang-kadang seorang pekerja kesehatan dapat diminta untuk mencatat pemakaian uang (yakni membuat pembukuan).System keuangan sederhana dalam pelayanan kesehatan adalah :
1.Modal
Modal adalah sejumlah dana atau uang yang disediakan untuk keperluan suatu usaha. Menanamkan modal dalam suatu usaha dapat dilaksanakan dalam bentuk barang(gedung, tanah, mesin, barang dagangan dsb), yang biasanya disebut sebagai kekayaan atau harta perusahaan. Dalam perkataan lain harta atau kekayaan suatu usaha berasal dari modal. Sebagai titik awal begitu siap menjalankan operasional pelayanan bidan, maka diperlukan modal operasi (dana operasional). Dana ini diperlukan untuk modal kerja .Modal kerja adalah modal yang harus selalu disediakan untuk menjaga kelangsungan usaha (misalnya tempat tidur, peralatan medis dsb yang bersifat tidak habis dipakai atau tahan lama).
2.Pemasukan
Pemasukan atau Penambahan Dana Mula-mula dana berasal dari setoran dana sendiri- bila ada beberapa orang (untuk uasaha patungan). Jika perlu memperbesar volume usaha, sumber dana bisa diperoleh dari lembaga keuangan (bank, koperasi dll) melalui pemberian kredit (profesi), dalam bentuk pinjaman (utang), menyediakan pinjaman (kolateral ) serta persyaratan administrative dan manajemen yang diajukan lembaga tersebut. Cara lain mendapatkan tambahan dana untuk mendukung operasional adalah utang dagang, yaitu membayar mundur kepada pemasok bahan pendukung/ penolong atau menarik uang muka dari pasien (iuran dsb).


3.Pengeluaran
Pengeluaran atau Pengurangan Dana Dana berkurang lewat pengeluaran yaitu  apabila suatu usaha usaha menghasilkan laba harus disisihkan dana untuk dinikmati pemilik modal, membayar bunga pinjaman beserta pokok pinjamannya (kalau dana dipinjam dari bank atau lembaga penyedia dana lainnya seperti koperasi) atau pengeluaran tak terduga. Pemanfaatan dana harus dikelola secra efisien.
4.Akunting (pencatatan keuangan)
Akunting adalah seni mencatat, mengelompokkan dan mengikhtisarkan peristiwa- peristiwa yang bersifat financial dan menginterpretasikan hasilnya. Pencatatan keuangan (akunting) yang manghasilkan laporan keuangan merupakan langkah penting sebagai alat monitoring dan pengendali lalu lintas dana agar usaha bisa berjalan lancar secara berkesinambungan.
 Melalui analisa terhadap laporan keuangan terhadap kondisi kesehatan usaha dapat didiagnosa secara tajam. Pencatatan diperlukan pada saat memerlukan informasi mengenai berapa kekayaan usaha dan berapa laba atau kerugian yang dialami. Informasi di atas diperlukan untuk mengetahui besar modal yang ditaruh dalam usaha, mengetahui perkembangan (maju-mundurnya) usaha, berapa besar sebenarnya penghasilan yang diperoleh dan seberapa besar pengeluaran yang dilakukan, serta dasar untuk mengajukan permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Untuk memperoleh informasi di atas harus diselenggarakan pencatatan yang teratur mengenai transaksi- transaksi yang terjadi selama usaha berlangsung.
5.      Laporan keuangan
Bentuk laporan keuangan yang sering digunakan berupa neraca dan laporan tentang perhitungan untung dan rugi, yang dapat menarik banyak kesimpulan apa yang terjadi dan hal- hal yang sudah baik atau belum efektif dan efisien.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar